Sekilas Java
Sejarah Singkat
Ketika itu sekelompok insinyur Sun yang dipimpin oleh Patrick Naughton dan James Glosing ingin merancang bahasa komputer untuk perangkat konsumer seperti cable TV switchboxes. Karena perangkat tersebut tidak memiliki banyak power atau memory, bahasa harus berukuran kecil dan mengahasilkan kode yang liat (tight). Juga, karena perbedaan manufaktur yang memungkinkan untuk memilih pemroses (CPU) yang berbeda, maka bahasa harus bebas dari arsitektur manapun. Proyek ini diberi nama “Green”.
Kebutuhan untuk kecil, liat, dan kode netral terhadap platform mengantar tim mempelajari implementasi Pascal yang pernah dicoba sebelumnya di PC. Niklaus Wirth, pencipta Pascal, telah menghasilkan kode antara (intermediate code) untuk mesin hipotesis. (Sering disebut virtual machines, Java Virtual Machine or JVM). Kode antara ini kemudian dipakai disembarang mesin yang memiliki interpreter. Para insinyur proyek Green menggunakan virtual machine untuk menangani masalah utama tersebut, yaitu bebas dari arsitektur manapun.
Orang-orang dari Sun, berlatar belakang UNIX, jadi mereka berbasis bahasa C++ daripada Pascal. Maka bahasa yang dipakai mengadopsi bahasa berorientasi objek daripada bahasa prosedural. Mulanya bahasa ini diberi nama “Oak”, kemudian diganti “Java” karena telah ada bahasa pemrograman yang bernama oak. Produk pertama proyek Green adalah “*7″.
Keunggulan Java
Bahasa Java merupakan bahasa level tinggi, kerena memiliki karakter seperti:
- Simple
- Object Oriented
- Distributed
- Robust
- Secure
- Architecture Neutral
- Portable
- Interpreted
- High Performance
- Multithreaded
- Dynamic.
Untuk lebih jelasnya baca White Paper.
Java Platform
Java platform memiliki dua komponen:
- Java Virtual Machine (Java VM)
- Java Application Programming Interface (Java API)
Edisi Java
- Java 2 Standard Edition (J2SE) untuk mendevelop Java
- Java 2 Micro Edition (J2ME) untuk mendevelop aplikasi Mobile
- Java 2 Enterprise Edition (J2EE) untuk mendevelop aplikasi Enterprise
Java Development Environment
Langkah-langkah yang biasa digunakan dalam membuat dan mengeksekusi aplikasi Java menggunakan lingkungan Java development:
- Edit. Tahap ini adalah tahap pembuatan kode program, biasa menggunakan editor, kode yang dibuat berekstensi .java. Editor yang bisa digunakan untuk UNIX/Linux bisa pakai vi atau emacs, untuk Windows bisa pakai Notepad. Atau menggunakan editor lain yang yang sudah terintegrasi dengan bahasa pemrograman / IDE (Integrated Development Environment) seperti NetBeans (www.netbeans.org), jEdit (www.jedit.org), Eclipse (www.eclipse.org), JBuilder (www.borland.com), JCreator (www.jcreator.com), BlueJ (www.blueJ.org) atau jGRASP (www.jgrasp.org). Kalau saya biasa pakai Eclipse.
- Compile. Menghasilkan file .class, menggunakan perintah javac NamaProgram.java. Java compiler mengubah kode sumber kedalam bytecodes. Bytecodes dieksekusi oleh JVM. Tidak seperti bahasa mesin, bytecode bersifat portabel yang bisa dijalankan asalkan terdapat lingkungan kerja java. Untuk mengeksekusi aplikasi gunakan perintah java NamaProgram.
- Load. Menempatkan program kedalam memory sebelum mengeksekusi (loading). Class loader mengambil file .class dan mentransfer kedalam memory utama. Class loader juga yang akan meload file .class.
- Verify. Melakukan verifikasi bytecode, memastikan valid atau tidak melanggar pembatasan keamanan (seperti aman dari virus komputer, atau worm).
- Execute. JVM mengeksekusi program bytecode menggunakan kombinasi interpretation yang disebut just-in-time (JIT) compilation.
Itulah sedikit mengenai bahasa pemrograman java, untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada java.sun.com.
Sumber:
- Java™ How to Program, Sixth Edition
- Core Java™ 2 Volume I – Fundamentals, Seventh Edition
- Java™ Tutorial, Third Edition: A Short Course on the Basic







